Pembahasan kali ini, saya maksudkan untuk melengkapi bahasan kita seputar keris semar. Atau yang biasa saya sebut, jimat keris semar, karena memang yang saya sediakan ini bentuknya lebih kecil, bisa dibawa kemana-mana, dan cara pakainya kurang lebih adalah dengan disimpan, selayaknya jimat pegangan.

Terkait keris semar, ada beberapa kali saya ditanya, apakah perempuan boleh pakai keris semar? Karena memang secara tradisional, masih banyak orang berpikir bahwa keris semar itu hanya boleh dipakai laki-laki saja. Ajian Semar itu hanya boleh diamalkan lelaki saja. Perempuan tidak boleh.

Pertanyaan ini, seputar siapa saja yang bisa menggunakan keris semar, maka jawabannya bisa berbeda. Jika Anda menggunakan jimat keris semar dari saya, maka siapapun boleh pakai. Laki-laki silakan, perempuan juga silakan. Tidak masalah.

Atau kadang ada pula yang bertanya, kalau non muslim bagaimana? Apakah boleh pakai juga? Boleh, silakan. Apakah doanya berbahasa Arab? Tidak. Dan jika Anda ingin menggunakan keris semar ini, sambil berdoa menurut keyakinan yang Anda anut, silakan.

Mengapa demikian? Karena metode saya adalah metode kejawen, dan kejawen itu bukan sebuah agama. Karena kejawen bukan sebuah agama, maka kejawen bisa melekat pada keyakinan manapun yang diyakini penganutnya.

Ini sebenarnya merupakan salah satu alasan, mengapa leluhur orang Jawa jaman dulu bisa menerima kedatangan keyakinan baru dengan tangan terbuka. Karena memang pada dasarnya leluhur kita meyakini keberadaan Tuhan, dan memahami pentingnya spiritualitas dengan sangat baik. Kalau begitu, apa kira-kira syaratnya jika seseorang ingin menggunakan keris semar Bu?

Syarat utama, bagi saya, adalah kesungguhan. Niat baik. Harus siap bertanggung jawab. Sudah cukup dewasa. Dan patokan kedewasaan ini, tentu saja tidak bisa saya patok dengan angka. Ibaratnya kalau mau buat SIM, syaratnya harus minimal 17 tahun. Tidak bisa seperti itu, karena kedewasaan seseorang tidak bisa diukur dengan penggaris.

Paling gampangnya mengukur kedewasaan, adalah dengan melihat kemampuan kita sendiri. Mampukah Anda bertanggung jawab atas pilihan yang Anda buat? Jika mampu, maka bisa dibilang Anda sudah cukup memenuhi syarat, untuk memiliki keris semar sebagai pegangan.

Selain kesungguhan, maka syarat lainnya adalah niat baik. Keinginan Anda untuk menggunakan keris semar ini harus untuk kebaikan saja. Untuk kebahagiaan semua orang yang terlibat. Dan sebagai orang yang cukup dewasa, saya yakin Anda pasti bisa memilah dan menimbang, mana perkara yang baik dan mana perkara yang kurang baik.

Itu kalau jimat keris semarnya ini, berasal dari saya. Jika kebetulan Anda saat ini sudah memiliki keris semar, misalnya pemberian dari orang tua, atau peninggalan dari sesepuh Anda dalam keluarga, maka jawabannya akan beda lagi.

Apabila, ketika dulu pusaka ini diberikan kepada Anda, orang yang memberikan secara khusus mewanti bahwa hanya Anda yang boleh menggunakan keris semar ini, maka berarti memang hanya Anda yang bisa memakai. Atau jika orang yang dulu memberikan keris ini, menyatakan bahwa suatu saat nanti Anda boleh mewariskannya kepada orang lain, maka itu berarti keris semarnya memang bisa diwariskan.

Kadang, memang ada benda pusaka, yang menurut wasiatnya, hanya boleh dipakai lelaki saja. Itulah mengapa, dalam sebuah keluarga yang memiliki pusaka berupa benda apapun, umumnya adalah anak lelaki yang mewarisi. Termasuk, keris semar.

Malah pernah saya menjumpai, keris semar yang menurut wasiatnya tidak boleh dipegang orang lain selain pemilik. Dikatakan, bahwa nanti tuahnya akan hilang. Atau, pernah juga saya menjumpai, keris semar, yang jika dipergunakan untuk memikat seseorang, maka bendanya ini, keris semarnya ini, sama sekali tidak boleh terlihat oleh orang yang dituju tersebut.

Kalau sampai yang bersangkutan melihat jimat keris semarnya, maka hajatnya tidak akan tercapai.Nah, masalahnya, kadang orang tidak tahu. Misalnya ia menerima keris semar sebagai pemberian.

Ia kurang paham, apakah ini keris semar boleh dipegang orang lain atau tidak. Boleh terlihat orang lain atau tidak. Jika berada dalam situasi semacam ini, lantas harus bagaimana?

Jika memang tadinya, ketika keris diserahkan, Anda diwanti agar jangan sampai dipegang oleh orang lain, maka patuhilah wasiat tersebut. Jika sama sekali, ketika keris ini diserahkan, Anda tidak diwanti apa-apa, maka lebih baik kerisnya diselaraskan dulu. Menurut nama Anda, dan hajat atau keinginan Anda bagaimana.

Caranya bagaimana? Saran saya, kalau tidak terbiasa, alias masih agak awam dengan hal-hal semacam ini, jangan dipaksakan untuk dilakukan sendiri. Lebih baik lewat bantuan professional.

Ibaratnya ada sebuah mesin, yang kita tidak tahu cara pakainya bagaimana. Tidak tahu cara merawatnya seperti apa. Akan jauh lebih baik dan bijak, bila mesin ini bisa Anda serahkan dulu kepada yang lebih berpengalaman, untuk baiknya bagaimana. Yang diperlukan seperti apa.

Keris semar pun begitu. Jika Anda kebetulan memiliki keris semar, dan saat ini sama sekali belum tahu apakah keris semar Anda ini bisa Anda manfaatkan atau tidak, maka lebih baik hubungilah nomor 085762118383.

Anda nanti akan dipandu, tentang tata caranya agar bisa dibantu untuk menyelaraskan keris semar ini secara spiritual. Akan diritualkan dulu keris semarnya ini, diberikan perawatan sekalian. Anda juga akan saya ajarkan cara pakainya yang benar bagaimana, dan sekali saya berikan doanya seperti apa. Jadi jelas, dan Anda tidak meraba-raba.

Harapan saya semoga dengan ini bisa membantu. Semoga memberikan manfaat, sekaligus sedikit pencerahan juga. Saya persilakan juga bagi Anda yang ingin berkonsultasi dulu. Caranya sama, yaitu dengan menghubungi nomor 085762118383.

Akhir kata, bahasan seputar siapa saja yang bisa menggunakan keris semar ini, saya cukupkan sekian. Semoga bermanfaat.

Siapa Saja Yang Boleh Menggunakan Keris Semar?
error: Content is protected !!