Kali ini, saya akan berbicara sedikit mengenai salah satu tokoh kejawen, yang kebetulan sangat akrab dengan hal-hal berbau pengasihan. Bahkan ajian-ajian pelet yang paling tersohor, pasti menyandang namanya.

Tokoh yang saya maksud ini adalah Semar.

Anda pasti pernah dengar tentang Keris Semar. Atau Ajian Semar Mesem. Atau Ajian Semar Kuning. Atau Semar Kuncung.

Tokoh Semar memang sangat lekat dengan hal-hal berbau pelet dan pengasihan. Mengapa demikian? Karena ia terkenal mampu menaklukkan hati, mampu menarik perhatian, meskipun secara fisik tampilannya tidak memenuhi standar konvensional tentang kerupawanan.

Nah, Semar ini sendiri, sebenarnya siapa?

Semar merupakan putra Sang Hyang Wisesa, yang diberi anugerah Mustika Manik Astagina. Sehingga Semar memiliki delapan daya, yaitu tidak pernah lapar, tidak pernah mengantuk, tidak pernah jatuh cinta, tidak pernah bersedih, tidak pernah merasa lelah, tidak pernah menderita sakit, tidak pernah kepanasan, dan tidak pernah kedinginan.

Kedelapan daya tersebut diikat pada rambut Semar, di bagian ubun-ubun. Ikatan inilah yang kemudian disebut kuncung.

Semar memiliki banyak gelar, termasuk Bathara Semar, Bathara Ismaya, Batara Iswara, Sanghyang Jatiwasesa, dan lain sebagainya. Perintah utamanya adalah untuk menguasai Alam Sunyaruri, atau alam kosong. Sehingga Semar tidak diperkenankan menguasai manusia di alam dunia.

Wujud Semar

Wujud fisik semar merupakan simbol penggambaran jagad raya. Badannya cenderung bulat layaknya bumi. Wajahnya senantiasa tersenyum, namun matanya sembab. Hal ini dimaksudkan sebagai penggambaran suka dan duka dalam satu rupa.

tokoh semar dalam ilmu pengasihan

Raut mukanya matang dan dewasa, tetapi potongan rambutnya dikuncung seperti anak-anak. Sebab Semar mewakili simbol tua dan muda. Ia berkelamin laki-laki, namun berpayudara layaknya perempuan. Sebab Semar mewakili pula sifat pria dan wanita.

Semar adalah penjelmaan dewa, tetapi ia hidup sebagai rakyat jelata. Meski berstatus sebagai abdi atau hamba, namun keluhuran budinya sejajar dengan Prabu Kresna dalam Kisah Mahabarata.

Semar berperan besar sebagai pengasuh dari golongan ksatria. Sebagai penasehatnya para raja. Golongan ksatria ini mewakili pemerintah atau penguasa, yang senantiasa diharapkan untuk mendengarkan nasehat Semar sebagai perlambang rakyat kecil. Sebab negara yang mendengarkan keinginan rakyatnya dipercaya akan menjadi negara yang makmur, sentosa, dan unggul dalam segala hal.

Jadi memang benar, bahwasannya Semar adalah tokoh penuh petuah. Di semua ciri fisik dan tindak-tanduknya selalu ada nasehat yang diturunkan oleh nenek moyang kita dari generasi ke generasi. Dari Semar kita bisa belajar, bahwa yang terpenting bukanlah seperti apa wujud kita. Tetapi bagaimana kita membawa diri sebagai hamba Tuhan di dunia.

Mengapa Semar Erat Kaitannya Dengan Ilmu Pengasihan
error: Content is protected !!