Sebelumnya, di kesempatan yang lalu kita sudah membahas seputar manfaat, dan pantangan menggunakan Keris Semar. Dan untuk melengkapi bahasan tersebut, kali ini akan kita bahas pula seputar apa hukumnya menggunakan keris semar, sebagai solusi asmara maupun rumah tangga.

Karena saya yakin, pasti ada banyak dari Anda yang sebenarnya merasa tertarik, sebenarnya merasa membutuhkan, tetapi khawatir dengan labelnya. Jangan-jangan ini syirik, jangan-jangan ini musyrik, jangan-jangan hal yang semacam ini bertentangan dengan agama.
Itulah yang akan kita bahas.

Tentu saja, saya hanya bisa menyampaikan seputar hukum menggunakan keris semar ini, untuk keris semar yang memang berasal dari saya, atau paling tidak sudah saya selaraskan.

Jadi entah Anda memang mendapatkan keris semar tersebut dari saya, atau Anda sudah punya keris semar sendiri, yang kemudian saya bantu penyelarasannya.

Jika berasal dari pihak lain, maka tentu saja saya tidak bisa memberikan keterangan apapun. Karena riwayatnya pasti beda lagi.
Terlebih dulu, saya tekankan dari depan, bahwa saya bukan ahli agama. Jadi pertanyaan seputar hukum menggunakan keris semar, hanya dapat saya jawab, dalam kapasitas saya sebagai seorang praktisi kejawen yang beragama.

Nah, langsung saja, apa hukumnya menggunakan keris semar? Atau yang biasa saya sebut jimat keris semar? Hukumnya, adalah boleh.
Mengapa demikian? Karena keris semar ini dimaksudkan dan difungsikan sebagai pegangan semata. Kalau Anda berpikir bahwa keris semar ini sakti, bahwa keris semar ini memiliki kekuatan yang tidak bersumber dari Tuhan, ya memang pandangan seperti itu akan salah.

Karena pada kenyataannya kita berdoa kepada Tuhan. Khasiat apapun, tuah apapun yang nantinya Anda rasakan setelah menggunakan keris semar, adalah berasal dari Tuhan. Tanpa ridho Tuhan, manfaat ini tidak akan ada. Karena semua kejadian hanya akan terjadi atas seizin Tuhan. Ketika keinginan kita tercapai, itu adalah kehendak Tuhan yang berbicara.

Maka ketika Anda menggunakan keris semar, anggaplah selayaknya Anda menggunakan tasbih untuk berdoa. Apakah lantas tasbih ini yang mengabulkan doa Anda? Tentu saja bukan.

Doa Anda terkabul atas seizin Tuhan. Tasbih ini, hanya berfungsi sebagai alat bantu, yang memudahkan Anda pada prosesnya. Tarolah Anda berniat menuju pasar. Berjalan kaki dari rumah, bisa saja. Tetapi jika kita ke pasar naik sepeda, naik motor, atau naik mobil, maka akan lebih mudah. Lebih cepat. Dan tidak melelahkan. Maka anggaplah pula bahwasannya menggunakan keris semar pun, seperti itu.

Ini adalah sebuah sarana yang memudahkan. Bukan lantas sarana ini yang mengabulkan keinginan Anda. Sama sekali bukan.
Demikian halnya ketika kita sakit. Kita meminum obat. Kita tahu, bahwa adalah Tuhan yang menyembuhkan kita. Adalah Tuhan yang mengangkat penyakit kita. Obat yang kita minum ini, adalah perantara. Adalah sarananya. Adalah jalannya. Dengan meminum obat ini maka itu artinya kita telah berupaya. Telah berjuang. Telah berusaha agar penyakit kita bisa lekas disembuhkan.

Tetapi adalah tetap Tuhan yang menyembuhkan kita. Menggunakan sarana pengasihan pun, sama seperti itu. Ini adalah bagian dari upaya kita. Usaha kita. Kesungguhan kita, dan perjuangan kita juga. Tetapi pada akhirnya, tetap adalah Tuhan yang akan mengabulkan segala doa.

Karena itulah, sering kali saya katakan, kepasrahan juga perlu. Kadang kita ngotot menginginkan sesuatu, padahal Tuhan lebih tahu apa yang terbaik untuk kita. Maka biarkanlah yang terbaik itu datang, yang penting kita berusaha sebaik yang kita bisa.

Ketika saya terangkan seperti ini, ada kalanya seorang klien akan bertanya. Tapi kan Bu, orang bilang pakai ginian itu musyrik. Pakai ginian itu dosa, tidak boleh. Jika Anda menghadapi pernyataan seperti itu, ingatlah bahwa ini adalah hidup Anda. Anda nakhkodanya, Andalah yang memutuskan bahtera ini mau dibawa kemana.

Paling seringnya, ada dua alasan mengapa orang berkata demikian. Alasan pertama, adalah karena orang ini memang paham ilmu agama, tetapi tidak seberapa memahami tradisi spiritual Jawa.

Sehingga dari pandangannya yang masih satu dimensi, tentu saja akan terlihat salah. Karena dia baru melihat dari satu arah.
Pikir dia, spiritualitas Jawa itu klenik, tirakat Jawa itu urusannya dengan menyembah setan dan macam-macam. Padahal tidak seperti itu. Dan tidak sesederhana itu.

Sedangkan alasan kedua, adalah karena orang ini belum memahami keduanya. Baik agamanya sendiri, maupun tradisi spiritual kejawen. Jadi dalam hal ini, dia hanya mengulang, atau menirukan apa yang didengarnya dari tempat lain.

Dan dalam hal ini, sebagai pihak yang lebih dewasa dan cerdas, sudah sewajarnya Anda bersikap lebih bijak. Kurang lebihnya seperti itulah, yang dapat saya sampaikan seputar hukum menggunakan keris semar, sebagai sarana pengasihan, sebagai solusi asmara maupun rumah tangga.

Bagi Anda yang tertarik untuk menggunakan keris semar, sebagai sarana, bilamana ada hajat pengasihan yang ingin dicapai, silakan hubungi nomor 0857 6211 8383. Jimat keris semar ini, tentunya akan dibantu diselaraskan dulu sesuai nama dan tanggal lahir Anda, serta keinginan atau keperluan Anda seperti apa.

Apa Hukum Menggunakan Keris Semar?
error: Content is protected !!